Minggu, 30 November 2008

CERPEN: "Sweetseventeen Seventeensweet"

Seventeensweet
sweetseventeeN

Hari itu, tanggal 1 Desember adalah hari yang spesial banget buat Heidi. Hari itu, genap sudah ia berusia 17 tahun. Ia telah menginjak masa remaja yang (mungkin) sudah benar-benar remaja. Siap lepas landas meninggalkan masa anak-anak menuju masa yang lebih dewasa.
Namun, segalanya terasa hambar karena hari itu tak semanis bayangannya. Pagi hari, sampai di sekolah, tak seorangpun menyambutnya dngan ucapan selamat. Baru setelah Anne, kawan sebangkunya, menjabat tangannya sambil mengucapkan ‘selamat ulangtahun’, beberapa teman lainpun ikut melakukan hal serupa. Itupun cuma sebatas kawan-kawan dekatnya: Rini, Shanty, Livia, Lina... selebihnya, tak ada. Memang sih, Heidi nggak pernah ‘woro-woro’ sama teman-teman sekelasnya bahwa hari itu ia ultah, yang ke-17, lagi! Bukan apa-apa, ia cuma sungkan atau malah mungkin malu karena nggak bisa mentraktir teman-temannya untuk merayakan hari bahagia itu. Atau hanya sekedar membagikan makanan ringan buat mereka, yah... sama seperti yang biasa mereka lakukan kalau lagi berulangtahun. Bukannya ia kelewat pelit, tapi duitnya itu! Uang sakunya sebulanpun nggak akan cukup buat sekedar beli wafer tango, misalnya, buat ke-38 teman sekelasnya. Payah!
Heidi memang bukan anak orang kaya. Ayahnya cuma pegawai negeri biasa, sedangkan ibunya tidak bekerja. Ia punya dua orang adik laki-laki, yang satu duduk di bangku SMP kelas 2 dan yang satu lagi masih kelas 3 SD. Sudah menjadi rahasia umum bahwa gaji pegawai negeri, apalagi yang golongan rendahan, cuma cukup untuk makan. Kalau untuk kebutuhan lain, termasuk biaya sekolah, tidak usah ditanya lagi pasti hasil berhutang. Karena itulah, Heidi tidak berani berharap terlalu banyak.

*   *   *

Pulang sekolah, Heidi langsung masuk ke kamar. Setelah ganti pakaian, ia langsung rebahan di dipannya yang persis di depan jendela, sambil menatap langit-langit kamarnya yang masih terbuat dari anyaman bambu alias ‘gedheg’. Beberapa bagian tampak bolong bekas gigitan tikus. Bagian itulah yang selalu bocor kalau hujan turun deras, apalagi disertai angin. Heidi terus diam dengan pikiran resah. Beberapa kali gadis itu menghela napas. Ia tidak habis pikir, kenapa cuma soal ulangtahun saja ia bisa begitu gelisah. Padahal, di tahun-tahun sebelumnya ia tidak pernah ambil pusing. Mau ada yang kasih selamat atau nggak, dia nggak begitu peduli. Apalagi soal kado. Masa bodo amat!
Kado. Ya, kado. Tak seperti tahun-tahun kemarin, tiba-tiba Heidi ingin ada yang memberinya kado tahun ini. Di keheningan kamarnya, ia mulai berkhayal. Kira-kira kalau ada yang memberinya kado, apa yang ia inginkan? Tiba-tiba telinganya menangkap alunan musik lirih dari rumah tetangga sebelah. Heidi tersenyum pahit. Ia suka musik, dan ia ingat betul kalau sejak SD ia sangat menginginkan sebuah walkman... (Yah~kalau sekarang mungkin walkman sudah nggak zaman-nya lagi, sudah tergantikan oleh mp3-player, misalnya). Tapi, sejak dulu keinginan itu selalu ia pendam hati. Ia sadar harga sebuah walkman atau mp3-player terlalu mahal buat ortunya, bisa mencapai seperempat bahkan sepertiga gaji yang diterima ayahnya sebulan (setelah kena potongan macam-macam). Ah... sekali lagi ia mendesah. Mungkin benda-benda seperti itu memang terlalu mewah buatnya. Kalaupun ada uang, tentu keluarganya juga akan lebih memilih untuk memenuhi kebutuhan hidup yang lebih penting, ketimbang cuma untuk 'bersenang-senang'.
Angin bertiup lewat jendela kamar membawa udara lembab. Cuaca di luar sana memang sedang mendung. Mungkin sebentar lagi hujan akan turun. Air akan tumpah ruah dari langit membasahi pertiwi. Airmata Heidipun sudah mulai menitik tepat ketika rintik gerimis pertama jatuh dari awan kelabu, meluncur bebas ke bumi, dan langsung hilang terserap begitu menyentuh pori-pori tanah. Namun ketika butiran-butiran air yang lain turun susul-menyusul dari angkasa, makin lama makin deras, tiba-tiba Heidi tersentak. Ia cepat-cepat menyeka airmatanya yang belum sempat meleleh ke pipi. ‘Apa-apaan sih!’ marahnya pada diri sendiri. ‘Gitu aja nangis, kayak anak kecil!’
Setelah mengeringkan airmata, sekali lagi Heidi memandang keluar jendela. Melihat air yang turun dari langit, lalu berlompatan sebentar ketika menabrak plesteran halaman rumahnya, membuat Heidi berpikir lebih jauh. Bukankah usia, kesehatan, keluarga yang bahagia, kecerdasan (kata orang Heidi itu cerdas), sudah merupakan suatu karunia dari Yang Maha Kuasa? Ia masih bisa makan setiap hari, masih bisa sekolah, masih bisa bicara dan bercanda dengan Ayah, Ibu, dan adik-adiknya. Bukankah itu semua adalah anugerah yang tak terkira, yang tak ternilai dengan uang?
Perlahan, ujung bibir gadis itu tertarik ke samping, membentuk seulas senyum. Senyum yang tulus, senyum yang penuh rasa syukur. Dan ketika ia beranjak meninggalkan kamar karena mendengar panggilan Ibu yang menyuruhnya segera makan, kerisauan hatinya tentang ultah yang tanpa perayaan dan kado itu telah hilang sama sekali.
Sore harinya setelah mandi, Heidi menggambar di ruang tamu (merangkap ruang keluarga) sambil menyetel siaran radio swasta favoritnya. Wajahnya yang segar sehabis mandi tampak begitu cerah. Sesekali ia bersenandung pelan menirukan lagu-lagu yang diputar stasiun radio kesayangannya itu.
Beberapa saat kemudian, tiba-tiba Heidi berhenti menggambar. Ia mengangkat kepala dan memandang radio di atas meja sambil menajamkan pendengarannya. Nggak salah lagi, yang didengarnya dari kedua speaker radio itu memang suara Anne, kawan sebangkunya, yang menelpon ke stasiun radio untuk meminta lagu. Didengarnya Anne meminta lagu yang cukup lawas, ‘Immortality’, kepada penyiar.
Lagu ini Anne kirim buat Heidi yang lagi ultah,’ kata suara Anne. ‘Anne tahu, Heidi suka banget lagu ini. Met ultah ya...
Sesaat kemudian suara Celine Dion yang khas sudah mengalun di ruang tamu itu. Dan entah untuk yang keberapa kali dalam hari itu, Heidi sekali lagi tersenyum bahagia.
“Makasih, An...,” bisiknya.

Selasa, 18 November 2008

Global TV - Seru! [Millions of Entertainment]

http://www.globaltv.co.id
Ini dia official site dari Global TV.
Buat para pecinta anime, bisa gabung di forum yg khusus membahas 'animation', ntar bisa komen & request juga loh! Siapa tahu dikabulkan, hehe... Ayo, ayo~ikutan! \(^o^)/
Forum2 soal yg lain juga banyak: music, nick, mtv, dll... bahkan ada forum buat curhat juga loh! Pokoknya SERU dech~! Semua demi mempersembahkan yg TERBAIK DAN TERINDAH utk para pemirsa Global TV. ^_^

Info & Chat : Anime on TV (Indonesia)

UPDATED (28-07-09):.
Ada yg hilang, Eureka Seven & Conan, hiks... T_T
Untuk jadwal acara secara keseluruhan, silakan cek di bawah, yah~! ^_^
=============================================================================
Hello, pecinta anime di seluruh tanah air~!  ^_^

Yup~belakangan ini emang banyak anime2 yang (akhirnya!) ditayangkan (atau akan ditayangkan) di beberapa TV nasional kita. Tujuan saya bikin tulisan ini masih sama seperti tulisan sebelumnya, yaitu berbagi info soal jadwal tayang (sapa tau ada yg ketinggalan berita, hehe... :p ), plus... siapa saja dipersilahkan 'ngobrol' sepuasnya di sini tentang anime2 yg sedang kalian tonton. Mau bincang2 soal ceritanya boleh, mau komentar soal dubber-nya juga silahkan... pokoknya apa aja deh~! Btw~saya seneng, setelah selama ini hampir selalu berkutat dengan shounen anime, akhirnya Indosiar mw nayangin anime shoujo juga (Pitchi2 Pitch & Pretty Cure, meski skrg iklan Pitchy2 Pitch ga pernah keliatan lagi. Moga2 ga batal... XD ...)  \(^o^)/

Terus~ini adalah jadwal tayang anime (plus tokusatsu dan drama asia, kalau ada) terkini:

===============
Global TV
===============

Senin-Jumat -- pk. 14.00 - 14.30 WIB -- Spectacular Spiderman
Senin-Jumat -- pk. 14.30 - 15.00 WIB -- Kabayan & Lip-Lap (buatan Indonesia loh~!)
Senin-Jumat -- pk. 15.00 - 15.30 WIB -- Transformer
Senin-Jumat -- pk. 17.30 - 18.00 WIB -- Spongebob Squarepant
Senin-Kamis -- pk. 18.00 - 18.30 WIB -- Naruto Shippudden (season 2)
Sabtu-Minggu -- pk. 18.00 - 19.00 WIB -- Naruto Shippudden (season 2)


===============
Indosiar
===============
Senin-Selasa pk. 21.30 WIB -- Boys Before Flowers
Senin-Jumat  pk. 15.30 WIB -- Boys Before Flowers (re-run)
(Setiap hari Sabtu)
pk. 07.30 - 08.00 WIB -- Powerpuff Girls 2
pk. 08.00 - 08.30 WIB -- Magical Doremi
pk. 08.30 - 09.00 WIB -- Pretty Cure

(Setiap hari Minggu)
pk. 06.00 - 06.30 WIB -- Monkey Turn
pk. 06.30 - 07.00 WIB -- Digimon Savers
pk. 07.00 - 07.30 WIB -- Pokemon
pk. 07.30 - 08.00 WIB -- Dinosaurus King
pk. 08.00 - 08.30 WIB -- Bakegyamon Gekifu
pk. 08.30 - 09.00 WIB -- Power Ranger Operation Overdrive
pk. 09.00 - 09.30 WIB -- Dragon Ball (re-run)
pk. 09.30 - 10.00 WIB -- Blue Dragon
pk. 10.00 - 11.00 WIB -- Naruto Shippudden (re-run)
pk. 11.00 - 11.30 WIB -- Bleach
pk. 11.30 - 12.00 WIB -- Bakukyu Shot
pk. 12.00 - 12.30 WIB -- Ben 10
pk. 13.00 - 14.00 WIB -- Yu Gi Oh!
pk. 14.00 - 14.30 WIB -- Powerpuff Girls
===============
ANTV
===============
Senin-Jumat -- pk. 13.00 - 13.30 WIB -- Transformer (anime)
Senin-Jumat -- pk. 13.30 - 14.00 WIB -- Speed Racer New Generation
Senin-Jumat -- pk. 14.00 - 14.30 WIB -- Super Inggo (tokusatsu, Fillipina)

===============
COMING SOON!
===============

- Mermaid Melody Pitchy Pitchy Pitch (Indosiar)



Kalau ada info yg salah atau kurang, mohon bantuannya utk mengoreksi yach~?  :p

Minggu, 09 November 2008

My Poem: Sang Pemimpi

Rating:★★
Category:Other

SANG PEMIMPI


Silly dreamer
Mimpi apakah yang engkau lihat
Baik saat terlelap maupun terjaga
Apakah mimpi tentang cinta atau kegelisahan
Ataukah mimpi tentang rasa dan cita

Silly dreamer
Pernahkah kau takut untuk bermimpi
Pernahkah kau bimbang saat melihat mimpi
Pernahkah kau tertawa lepas di dalam mimpi
Sesungguhnya mimpi itu adalah milikmu
Bukan dirimu yang dimiliki Sang Mimpi

Silly dreamer
Bermimpilah tentang bumi dan jelajahilah
Bermimpilah tentang laut dan selamilah
Bermimpilah tentang sayap dan terbanglah
Bermimpilah, karena kau bebas untuk bermimpi

Silly dreamer
Pernahkah kau kehilangan mimpi
Baik saat terlelap maupun terjaga
Sehingga sepi malammu, hampa harimu
Kemudian, rindu terasa tuk kembali bermimpi
Maka, bermimpilah
Silly dreamer...


(Solo, 8 Nopember 2008)