| Rating: | ★★★ |
| Category: | Other |
TEMBANG KESUNYIAN
Hitam, hening, dalam
Tak ada setitik pun cahaya
Aku terkurung dalam kegelapan
Sunyi, sepi, sendiri
Tiada tangan-tangan cinta
Hangat memeluk, mendekapku
Hati dan segenap jiwaku merintih
Aku rindu sentuhan kehangatan
Bilakah engkau kan datang, Cahaya?
Wahai Cinta dan Harapan, berilah ‘ku sinarmu
Cairkanlah kebekuan jiwaku
Terangilah s’tiap langkah-langkah kecilku
Tapi kini hanya sepi
Teman dalam hidup ini
Sunyi mendekapku sendiri
Dalam kegelapan nan perkasa-abadi
S’ribu cinta yang tak pernah kumiliki
S’juta asa yang tak kunjung bersemi
Oh, Dunia…
Kenapa aku dilahirkan ?!!
Aku ingin tertawa, tapi tak bisa
Pun tak dapat ‘ku menangis sedih
Kar’na tak ada bahu
Tempat ‘ku bersandar
Kadang jika kulihat hewan dan serangga
Begitu tent’ram dan damai hidupnya
Walau tak punya rasa, tak mengapa
‘Ku ingin seperti mereka
Ah… tapi apa guna meretas asa
Apa guna ‘ku berkeluh kesah
Hati itu yang tak pernah tersiram hawa kesejukan
Toh milikku juga
Ayah, Ibu, Adik, Kakak?
Hanyakah kata tanpa makna
Teman… sahabat… ?
Ah! Apa lagi itu? Apa?
Cinta… apa artinya semua?
Aku tak tahu, aku tak paham
Jiwaku t’lah terkurung dalam jurang yang terlalu dalam
Aku terpuruk
Hati dan tiap tetes darahku mati rasa
Aku tak bisa naik, tak bisa bangkit
Ulurkan tanganmu, wahai Cinta
Jamahlah aku, wahai Cahaya
Biarkan ‘ku menggapaimu
Tolong… !
Solo, May 4th 2002
Heidy S.C©
Note : ‘Tembang Kesunyian’, ‘tembang’ yang dibuat oleh Lonely Sagita dalam diriku
(Apa maksudnya… ? ^^;)
What? Don’t stare at me like that! Aku bukan ‘orang aneh’, kok!:p
Well, semua orang pernah ngerasa bad mood, dong? Waktu itu juga, aku lagi bete
berat and rasa-rasanya ga ada orang peduli sama aku…
Tapi, saat semua itu udah lewat, kita bakal tahu kalo sebenernya tuh, banyak
banget orang yang sayang and care sama kita, terutama keluarga dan sahabat.
Fu fu fu… kalo baca ulang puisi ini, aku jadi pengin ketawa. Tapi… yah, itulah
hidup! Dan puisi ini adalah saksi dari salah satu langkah dalam perjalanan
hidupku…