| Rating: | ★★★ |
| Category: | Other |
Ibu Kita Bumi bercerita
Dahulu manusia masih primitif
Berburu-meramu untuk bertahan hidup
Kadang menumpahkan darah teman
Namun bukan lantaran benci, hanya tuntutan naluri
Waktu itu Ibu Kita Bumi sedih
Tapi juga senang, karena alam masih hijau
Kini manusia tak primitif lagi
Mereka menjadi makhluk-makhluk cerdas
Kehidupan dipermudah oleh mesin-mesin modern
Ibu Kita Bumi bangga, tapi juga cemas
Anak-anak manusia tak lagi sayangi alam
Semena-mena mereka pada lingkungan
Bahkan tega tumpahkan darah teman
Hanya demi keserakahan
Ibu Kita Bumi mengeluh
Tubuhnya makin panas terbakar matahari
Selimut ozon menipis dirusak anak sendiri
Tanah, air, udara makin terpolusi
Hai, anak-anak manusia tak tahu diri
Dengarlah tangisan Ibu Kita Bumi
Solo, April 18th 2002
Heidy S.C©
Note : terinspirasi serial tokusatsu ‘Ultraman GAIA’ (Gaia = Bumi). Benarkah manusia
itu ‘pembawa kehancuran abadi’…
harus siap bangun dan menjaga Ibu Bumi... Jadi keinget suatu kutipan;
BalasHapus"KIbu yang wajib kalian cintai di dunia ada 3 ibu, pertama ibu kita, kedua ibu dari anak-anak kita, dan yang terakhir, ibu pertiwi" -Otto Iskandardinata
puisi yang indah :)
Benar sekali~! *nice quote! ^^*
BalasHapusYang ingin aku tekankan dalam puisi ini adalah, bahwa kerusakan alam itu penyebabnya mayoritas akibat ulah manusia. makin kerasa sekarang kan... global warming, bencana alam di mana2... X(